Dosen PROD3K STIKES Maranatha Kupang Raih Juara 3 Lomba Artikel Kesehatan Nasional

 

Saverinus Suhardin dosen PROD3K STIKES Maranatha Kupang peraih Juara 3 Lomba Artikel Kesehatan Nasional

Kupang — Dosen Program Studi D-III Keperawatan STIKES Maranatha Kupang, Saverinus Suhardin, meraih Juara 3 Lomba Menulis Artikel Ilmiah Populer Kesehatan Tingkat Nasional yang diselenggarakan PT Optimal Untuk Negeri dalam rangka Pekan Raya Optimal ke-7.

 

Pekan Raya Optimal ke-7 merupakan kompetisi nasional yang diperuntukkan bagi dosen bidang kesehatan di seluruh Indonesia. Kegiatan tahun ini mengusung tema “Nyalakan Gagasan, Sehatkan Indonesia”, dengan salah satu kategori lomba, yaitu Mitos vs. Fakta Kesehatan. Selain artikel kesehatan, kompetisi tersebut juga mencakup video dan poster edukasi kesehatan serta sejumlah kategori lainnya.

 

Dalam kategori artikel, peserta diminta menulis artikel ilmiah populer kesehatan yang membahas satu mitos utama atau maksimal dua mitos yang saling berkaitan dan berkembang di masyarakat. Artikel diharapkan mampu menjelaskan alasan sebuah mitos dipercaya, menyajikan fakta berdasarkan bukti ilmiah, menguraikan dampaknya terhadap kesehatan, serta memberikan rekomendasi edukatif yang aman bagi masyarakat.

 

Saverinus Suhardin mengikuti kategori tersebut melalui artikel berjudul “Tulang Sudah Menyatu, Apakah Berarti Sudah Sembuh?”

 

Artikel tersebut mengangkat persoalan yang cukup dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya mengenai pengobatan patah tulang secara tradisional. Tulisan tidak semata-mata mempertentangkan pengobatan tradisional dengan pelayanan medis, tetapi mengajak pembaca melihat bahwa tulang yang telah menyatu belum tentu menunjukkan hasil penyembuhan yang optimal.

 

Saverinus dalam artikelnya menjelaskan bahwa keberhasilan penanganan patah tulang tidak hanya ditentukan oleh apakah tulang akhirnya menyatu, tetapi juga oleh posisi tulang, kondisi jaringan di sekitarnya, aliran darah, serta kembalinya fungsi anggota gerak. Ia juga membahas berbagai risiko yang dapat muncul apabila penanganan cedera tidak dilakukan secara tepat.

 

Yang menarik, tulisan tersebut tidak mengambil posisi secara hitam-putih. Pengobatan tradisional tidak langsung ditempatkan sebagai sesuatu yang pasti salah, sementara pelayanan medis juga tidak digambarkan sebagai satu-satunya pendekatan. Penekanan utama artikel justru berada pada keselamatan pasien, penilaian kondisi cedera, pertolongan awal yang tepat, serta rujukan ketika ditemukan tanda bahaya.

 

Pandangan tersebut juga terlihat pada bagian akhir artikel. Penulis mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan pengalaman pribadi atau testimoni sebagai satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan kesehatan. Pada saat yang sama, ia membuka ruang bagi kolaborasi dengan menempatkan keselamatan pasien sebagai tujuan utama.

 

Rangkaian Pekan Raya Optimal ke-7 dilaksanakan secara daring. Untuk kategori artikel kesehatan, pendaftaran berlangsung pada 4–11 Agustus 2026, pengumpulan karya pada 21 Agustus, penjurian pada 24–28 Agustus, dan pengumuman pemenang pada 31 Agustus 2026.

 

Berdasarkan sertifikat penghargaan yang diterbitkan panitia, Saverinus Suhardin ditetapkan sebagai Juara 3 Lomba Artikel Kesehatan Tingkat Nasional dalam rangka Pekan Raya Optimal ke-7. Sertifikat tersebut diterbitkan di Jakarta pada 31 Agustus 2026 dengan nomor J-272/PRO7/PTOUN/VIII/2026.

 

Sertifikat Juara 3 Lomba Artikel Kesehatan Tingkat Nasional Saverinus Suhardin
Sertifikat penghargaan Juara 3 Lomba Artikel Kesehatan Tingkat Nasional pada Pekan Raya Optimal ke-7 yang diterima Saverinus Suhardin.


Capaian tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi dosen PROD3K STIKES Maranatha Kupang dalam mengembangkan kemampuan menulis dan menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat melalui media yang lebih populer dan mudah dipahami.

 

Bagi lingkungan pendidikan keperawatan, kemampuan menyampaikan pengetahuan kesehatan dengan bahasa yang komunikatif menjadi bagian penting dari peran dosen. Pengetahuan yang baik tidak hanya berhenti di ruang kelas atau dalam publikasi ilmiah, tetapi juga perlu diterjemahkan menjadi informasi yang dapat dipahami masyarakat.

 

Melalui capaian ini, PROD3K STIKES Maranatha Kupang diharapkan terus memiliki ruang bagi dosen untuk mengembangkan gagasan, menulis, berkompetisi secara sehat, dan membagikan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

Pada akhirnya, sebuah kompetisi bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan juara. Ada proses belajar, keberanian mencoba, dan kesempatan untuk menguji gagasan. Hal terbaik dalam hidup ini adalah kolaborasi; bukan kompetisi. Mungkin prinsip itu baik juga diterapkan dalam bidang pendidikan dan kesehatan.