Empat Dosen PROD3K STIKES Maranatha Kupang Bawa Karya ke Konferensi Sistem Pangan Berkelanjutan 2026

 

Empat dosen PROD3K STIKES Maranatha Kupang pada Konferensi Sistem Pangan Berkelanjutan 2026
Ilustrasi: Empat dosen PROD3K STIKES Maranatha Kupang yang menjadi tim penulis makalah pada Konferensi Sistem Pangan Berkelanjutan 2026.

Kupang, 13 September 2026 — Program Studi D-III Keperawatan (PROD3K) STIKES Maranatha Kupang kembali mendapat kabar baik dari kegiatan akademik dan penelitian. Empat dosen PROD3K tergabung dalam tim penulis karya ilmiah yang diterima untuk dipresentasikan dalam Konferensi Sistem Pangan Berkelanjutan 2026 yang akan berlangsung di Kupang, 16 September 2026.

 

Makalah tersebut berjudul “Dari Diagnosis Menuju Adaptasi: Model Siklus Adaptasi Keluarga dalam Pemenuhan Pangan Anak Stunting”, dengan tim penulis Saverinus Suhardin, Awaliyah Muslimah Suwetty, Meldy Emry Hamdany Lede, dan Joli Riyana Nubatonis.

 

Karya ini berangkat dari pengalaman keluarga dalam merawat anak dengan stunting. Persoalan pemenuhan pangan anak dilihat tidak hanya dari sisi intervensi gizi, tetapi juga dari bagaimana keluarga menerima diagnosis, memaknai kondisi anak, menyesuaikan praktik pengasuhan dan pemenuhan pangan, serta membangun harapan dan resiliensi dalam proses perawatan.

 

Penelitian menggunakan secondary qualitative analysis terhadap dataset penelitian fenomenologi yang melibatkan sembilan keluarga dengan anak stunting di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Analisis menghasilkan empat tema utama yang kemudian disintesis melalui conceptual mapping menjadi Model Siklus Adaptasi Keluarga dalam Pemenuhan Pangan Anak Stunting.

 

Melalui Proses Seleksi dan Penelaahan Panelis

 

Penerimaan makalah ini bukan sekadar proses administratif. Abstrak yang dikirimkan terlebih dahulu melalui proses penelaahan oleh tiga orang panelis. Penilaian mencakup aspek orisinalitas, ketepatan metode, serta keterkaitan karya dengan tema konferensi.

 

Panelis dalam catatan penilaiannya menyebut bahwa abstrak telah memenuhi struktur secara utuh, runut, dan metodologis. Pendekatan secondary qualitative analysis, reflexive thematic analysis, dan conceptual mapping juga dinilai telah digunakan secara spesifik dalam menjelaskan proses penelitian.

 

Yang lebih menggembirakan, panelis menilai karya ini memiliki kebaruan karena melihat persoalan stunting tidak semata-mata dari perspektif klinis-medis, tetapi melalui pendekatan psikososial dan dinamika keluarga, terutama bagaimana keluarga bergerak dari pengalaman syok setelah diagnosis menuju resiliensi gizi.

 

Makalah tersebut juga dinilai sangat sesuai dengan Tema 3: Diversifikasi Konsumsi, Sistem Pangan Lokal, dan Resiliensi Gizi Komunitas, karena mengangkat perubahan pola pengasuhan dan konsumsi rumah tangga, negosiasi dengan keyakinan budaya lokal, serta upaya membangun resiliensi gizi.

 

Setelah abstrak dinyatakan diterima, tim penulis kemudian menyelesaikan makalah lengkap dan bahan presentasi sesuai ketentuan panitia. Makalah tersebut selanjutnya dijadwalkan untuk dipresentasikan secara langsung dalam rangkaian Konferensi Sistem Pangan Berkelanjutan 2026.

 

Konferensi Seri Nusa Tenggara Timur akan dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2026, pukul 08.00–15.00 WITA di Hotel Harper Kupang.

 

Membawa Pengalaman Lokal ke Ruang Ilmiah

 

Bagi PROD3K STIKES Maranatha Kupang, keterlibatan ini mungkin merupakan sebuah langkah kecil. Namun, langkah kecil seperti ini penting untuk terus dirawat.

 

Karya ilmiah dosen tidak harus selalu berbicara tentang sesuatu yang besar dan jauh. Pengalaman keluarga di sekitar kita, persoalan kesehatan masyarakat di Nusa Tenggara Timur, serta praktik-praktik sederhana yang dilakukan keluarga dalam memenuhi kebutuhan anak juga dapat menjadi sumber pengetahuan yang berharga ketika dikaji secara ilmiah.

 

Pengalaman keluarga dalam konteks penelitian ini menunjukkan bahwa keberlanjutan pemenuhan pangan anak tidak hanya berkaitan dengan adanya bantuan atau intervensi gizi. Keluarga juga perlu memiliki kemampuan untuk memahami kondisi anak, mengambil keputusan, memanfaatkan sumber daya yang tersedia, termasuk pangan lokal, serta menyesuaikan strategi pemenuhan pangan sesuai dengan kondisi keluarga.

 

Perspektif tersebut menjadi bagian penting dalam melihat ketahanan pangan berkelanjutan di tingkat keluarga, khususnya bagaimana keluarga dapat mempertahankan pemenuhan pangan anak melalui kapasitas adaptasi dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungannya.

 

Langkah Kecil untuk Budaya Akademik PROD3K

 

Keterlibatan empat dosen dalam konferensi ini juga menjadi ruang belajar bersama untuk terus mengembangkan budaya akademik di lingkungan PROD3K. Bukan hanya tentang menghasilkan sebuah tulisan, tetapi juga tentang keberanian membawa pengalaman dan persoalan lokal ke ruang ilmiah, mendiskusikannya, menerima masukan, dan belajar dari karya-karya lain.

 

Apresiasi patut diberikan kepada seluruh tim penulis yang telah melalui proses tersebut, mulai dari pengembangan ide, pengolahan dan analisis data, penyusunan makalah, hingga persiapan bahan presentasi.

 

Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari perjalanan yang lebih panjang dalam membangun tradisi penelitian, publikasi, dan pengembangan keilmuan di PROD3K STIKES Maranatha Kupang.

 

Harapannya, karya ini tidak berhenti sebagai sebuah makalah konferensi. Semoga Model Siklus Adaptasi Keluarga dalam Pemenuhan Pangan Anak Stunting terus dikembangkan, diuji, dan pada akhirnya memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat, serta pengembangan praktik keperawatan keluarga dan komunitas di Nusa Tenggara Timur.