Kupang, 12 September 2026 — Program Studi D-III Keperawatan (PROD3K) STIKES Maranatha Kupang
menyelenggarakan Forum Komunikasi Orang Tua/Wali Mahasiswa PROD3K secara daring
melalui Zoom Meeting, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan ini
menjadi bagian dari upaya Program Studi membangun komunikasi dan kerja sama
yang lebih baik antara kampus, mahasiswa, Dosen Pembimbing Akademik (PA), dan
orang tua/wali dalam mendukung kelancaran proses pendidikan mahasiswa hingga
menyelesaikan studi dengan baik.
Forum dipandu
oleh Camelia Bakker, S.Si-Teol., M.Si., selaku Sekretaris PROD3K, yang
bertindak sebagai MC sekaligus moderator. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan
pemaparan oleh Ketua Program Studi D-III Keperawatan, Ns. Saverinus Suhardin,
S.Kep., M.Kep.
Ketua Program
Studi dalam pemaparannya menjelaskan sejumlah hal yang menjadi perhatian
bersama dalam proses pendidikan mahasiswa, terutama berkaitan dengan kedisiplinan
dan kehadiran mahasiswa, komunikasi ketika mahasiswa mengalami persoalan
akademik, transparansi informasi pembiayaan pendidikan dan praktik, serta
pentingnya menjaga perilaku, keamanan diri, dan lingkungan selama menjalani
pendidikan.
Menurut Ketua
Program Studi, keterlibatan orang tua/wali menjadi penting karena tidak semua
persoalan mahasiswa dapat diselesaikan hanya melalui komunikasi antara kampus
dan mahasiswa.
“Keberhasilan
mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan membutuhkan kerja sama. Kampus
menjalankan tanggung jawabnya, mahasiswa juga harus menjalankan tanggung
jawabnya, dan orang tua/wali menjadi mitra penting dalam proses tersebut,”
demikian disampaikan dalam pemaparan.
Memperkuat Peran Dosen PA
Pada
kesempatan tersebut, PROD3K juga memperkenalkan tim pengelola Program Studi
kepada orang tua/wali mahasiswa. Selain itu, diperkenalkan pula pembagian
mahasiswa berdasarkan Dosen Pembimbing Akademik (PA) masing-masing.
Pengenalan ini
menjadi bagian penting dari upaya Program Studi memperjelas jalur komunikasi
apabila mahasiswa menghadapi persoalan selama mengikuti pendidikan.
Melalui pola
tersebut, komunikasi tidak diarahkan untuk membentuk grup komunikasi besar yang
berpotensi menimbulkan banyak informasi yang tidak terkontrol. Sebaliknya, Dosen
PA menjadi salah satu pintu komunikasi utama yang dapat menghubungkan
mahasiswa, Program Studi, dan orang tua/wali ketika diperlukan.
Program Studi
juga mulai melakukan pendataan nomor kontak orang tua/wali mahasiswa. Data
tersebut diharapkan dapat membantu Dosen PA dan Program Studi berkomunikasi
secara langsung dengan orang tua/wali apabila terdapat persoalan yang
membutuhkan perhatian bersama.
Dengan
demikian, komunikasi dengan orang tua/wali tidak hanya dilakukan ketika masalah
mahasiswa sudah menjadi besar, tetapi dapat dilakukan lebih awal sebagai bagian
dari pendampingan dan pencegahan.
Orang Tua/Wali Apresiasi Inisiatif Program Studi
Setelah
pemaparan materi, dua orang tua/wali mahasiswa turut memberikan tanggapan
secara langsung melalui Zoom. Secara umum, orang tua/wali menyampaikan
apresiasi dan terima kasih kepada STIKES Maranatha Kupang, khususnya PROD3K,
yang telah mengambil inisiatif menyelenggarakan forum tersebut.
Mereka juga
berharap agar komunikasi antara kampus dan orang tua/wali terus dibangun secara
terbuka, terutama dalam memberikan informasi yang jelas mengenai kondisi dan
perkembangan anak selama mengikuti pendidikan.
Harapan
tersebut sejalan dengan tujuan forum yang ingin membangun pola komunikasi yang
lebih baik, sehingga orang tua/wali tidak hanya mengetahui perkembangan
pendidikan anak ketika muncul persoalan, tetapi dapat menjadi bagian dari
proses pendampingan selama masa studi.
Mahasiswa Berikan Masukan
Selain melalui
diskusi dalam forum, mahasiswa juga diberikan ruang untuk menyampaikan masukan
melalui formulir pendataan kontak orang tua/wali. Sejumlah mahasiswa berharap
Program Studi terus meningkatkan pendampingan dan komunikasi selama proses
pendidikan. Salah satu masukan menyebutkan agar mahasiswa terus diperhatikan
dan didampingi selama mengikuti pendidikan.
Masukan
lainnya juga menekankan pentingnya komunikasi antara Program Studi dan orang
tua/wali, khususnya ketika mahasiswa menghadapi persoalan selama perkuliahan. Ada
pula mahasiswa yang berharap pendampingan dapat terus ditingkatkan dalam hal komunikasi,
bimbingan akademik, serta bantuan ketika mahasiswa mengalami kendala selama
perkuliahan maupun praktik.
Sementara itu,
beberapa orang tua/wali juga menyampaikan harapan agar informasi mengenai
proses perkuliahan dan berbagai kebutuhan pendidikan, termasuk informasi
terkait praktik dan pembiayaan, dapat disampaikan secara lebih awal dan
terbuka. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan penting bagi Program Studi
untuk terus memperbaiki pola pendampingan mahasiswa ke depan.
Kampus Ajak Orang Tua/Wali Menjadi Mitra
Ketua STIKES
Maranatha Kupang, Awaliyah M. Suwetty, S.Kep., Ns., M.Kep., yang juga merupakan
dosen PROD3K, pada akhir kegiatan memberikan komentar sekaligus menutup
kegiatan secara resmi.
Awaliyah
menyampaikan apresiasi kepada PROD3K STIKMA yang telah menginisiasi forum
tersebut sebagai salah satu langkah positif dalam mendukung keberhasilan
belajar mahasiswa. Ia juga mengapresiasi semangat orang tua/wali yang telah
meluangkan waktu untuk berpartisipasi dalam kegiatan.
“Terima kasih
sudah mempercayakan STIKES Maranatha Kupang sebagai tempat belajar untuk meraih
cita-cita sebagai perawat hebat,” tambahnya.
Ia berharap
forum tersebut dapat memberikan dampak yang baik bagi kelancaran proses belajar
mahasiswa ke depan. Orang tua/wali juga diharapkan terus menjadi mitra yang
baik bagi institusi dalam mendukung keberhasilan anak-anak selama menjalani
masa studi.
Forum
Komunikasi Orang Tua/Wali Mahasiswa PROD3K ini diharapkan tidak berhenti
sebagai kegiatan pertemuan semata. Lebih dari itu, forum ini menjadi awal dari
penguatan komunikasi dan kerja sama yang lebih terarah antara mahasiswa, Dosen
PA, Program Studi, dan orang tua/wali.
Dengan komunikasi yang baik, persoalan dapat diketahui lebih awal, pendampingan dapat dilakukan lebih cepat, dan mahasiswa diharapkan dapat menjalani proses pendidikan dengan lebih disiplin, aman, bertanggung jawab, hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan dan meraih cita-cita sebagai perawat hebat.
Bagikan informasi ini:


