KUPANG — Kabar membanggakan kembali
datang dari Program Studi D-III Keperawatan (PROD3K) STIKes Maranatha Kupang. Helena
Putri Atasimon, mahasiswa semester V PROD3K, berhasil meraih Juara 3 Lomba
Poster Tingkat Nasional melalui karya poster bertema imunisasi pada anak.
Prestasi
tersebut menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa keperawatan tidak hanya
dituntut untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan klinis, tetapi juga
memiliki ruang untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan komunikasi
kesehatan kepada masyarakat.
Lomba tersebut
diselenggarakan oleh Lomba Kesenian Nusantara bersama Penerbit Aksara Pilar
Nusantara dengan tema bebas. Helena mengetahui informasi mengenai lomba dari
seorang teman. Setelah mengetahui adanya kesempatan tersebut, ia tertarik untuk
berpartisipasi karena tema yang diangkat melalui karyanya memiliki keterkaitan
erat dengan bidang kesehatan yang sedang dipelajarinya.
“Saya tertarik
untuk ikut karena temanya berkaitan dengan kesehatan, khususnya imunisasi pada
anak, yang juga sesuai dengan bidang yang saya pelajari sebagai mahasiswa
keperawatan,” ujar Helena.
Mengubah Pengetahuan Keperawatan Menjadi Pesan
Visual
Keputusan
Helena untuk mengikuti lomba bukan semata-mata karena ingin mendapatkan juara.
Ia melihat kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk mencoba pengalaman baru
sekaligus belajar menyampaikan edukasi kesehatan melalui media visual.
Dalam proses
persiapan, Helena terlebih dahulu mencari dan memahami berbagai informasi
mengenai imunisasi anak, manfaat imunisasi, penyakit yang dapat dicegah melalui
imunisasi, serta jadwal imunisasi.
Setelah itu, ia mulai menentukan konsep, memilih warna dan gambar yang sesuai, kemudian menyusun informasi agar dapat dibaca dan dipahami dengan mudah. Karya yang dihasilkan diberi judul “Imunisasi pada Anak: Lindungi Anak, Lindungi Masa Depan.”
Menurut
Helena, tantangan dalam membuat poster bukan hanya mengumpulkan informasi,
tetapi juga menentukan informasi mana yang paling penting untuk ditampilkan. Ia
harus mengatur isi dan desain agar poster tidak terlalu penuh sehingga pesan
kesehatan dapat dipahami pembaca dengan cepat.
Latar
belakangnya sebagai mahasiswa keperawatan turut membantunya dalam proses
tersebut. “Menurut saya, proses persiapannya cukup mudah karena saya sudah
memiliki dasar pengetahuan mengenai kesehatan dari pembelajaran di bidang
keperawatan. Selain itu, adanya berbagai sumber informasi juga membantu saya
dalam menyusun isi poster,” jelasnya.
Namun, ia
mengakui bahwa tetap terdapat tantangan, terutama dalam memilih informasi yang
paling penting dan mengatur desain agar tidak terlalu penuh.
Bukan Sekadar Tentang Menang
Ketika
mengetahui dirinya berhasil meraih Juara 3, Helena mengaku merasa senang,
bangga, sekaligus bersyukur. Baginya, pengalaman mengikuti lomba tersebut
memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar hasil akhir.
“Bagi saya,
hasil yang diperoleh bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi juga tentang
pengalaman dan keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru,” imbuhnya.
Pengalaman
tersebut justru semakin memotivasinya untuk terus mengembangkan kemampuan dan
tidak takut mengikuti kegiatan-kegiatan lainnya. Helena juga mendapatkan
pelajaran penting bahwa mahasiswa keperawatan perlu memiliki kemampuan lebih
dari sekadar memahami ilmu kesehatan.
Sebagai calon
tenaga kesehatan yang nantinya akan berhadapan langsung dengan masyarakat,
kemampuan menyampaikan informasi kesehatan secara kreatif, sederhana, dan mudah
dipahami juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.
“Sebagai
mahasiswa keperawatan, kita tidak hanya perlu memahami ilmu kesehatan, tetapi
juga harus mampu menyampaikan informasi kesehatan dengan cara yang kreatif,
sederhana, dan mudah dipahami masyarakat,” ungkapnya.
Kaprodi: Prestasi yang Patut Disyukuri dan
Menjadi Inspirasi
Ketua Program
Studi D-III Keperawatan STIKes Maranatha Kupang, Saverinus Suhardin, S.Kep.,
Ns.,M.Kep., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas prestasi yang diraih
Helena. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa PROD3K
memiliki potensi yang dapat dikembangkan tidak hanya melalui kegiatan
pembelajaran di kelas dan praktik keperawatan, tetapi juga melalui berbagai
ruang kreativitas dan kompetisi.
“Kami sangat
bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih Helena. Prestasi ini menunjukkan
bahwa mahasiswa PROD3K tidak hanya memiliki kemampuan dalam pembelajaran dan
praktik keperawatan, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas dan
menggunakannya untuk menyampaikan edukasi kesehatan,” ungkapnya.
Ia berharap pencapaian Helena dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa PROD3K lainnya untuk lebih berani mencoba berbagai kesempatan yang tersedia. “Saya berharap pengalaman Helena ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. Jangan takut mencoba. Kalau ada kesempatan mengikuti lomba, seminar, penelitian, pengabdian, maupun kegiatan positif lainnya, mari berani mengambil bagian. Menang tentu menjadi kebanggaan, tetapi keberanian untuk mencoba dan proses belajar yang kita dapatkan juga sangat berharga,” tambah Saverinus.
Ketua STIKes Maranatha Kupang Beri Apresiasi
Ketua STIKes
Maranatha Kupang, Awaliyah M. Suwetty, S.Kep., Ns., M.Kep., turut memberikan
apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia menilai prestasi mahasiswa merupakan
bagian penting dari proses pendidikan di perguruan tinggi, sekaligus
menunjukkan bahwa pembinaan mahasiswa dapat menghasilkan berbagai capaian
positif ketika mahasiswa diberi ruang untuk mengembangkan potensi mereka.
“Selamat dan
apresiasi yang tinggi untuk Helena Putri Atasimon atas capaian ini. Prestasi
tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa PROD3K memiliki potensi untuk berkembang,
kreatif, dan berani berprestasi di tingkat nasional,” ujar Awaliyah.
Ia juga
mengapresiasi upaya PROD3K dalam mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan
kemampuan di luar pembelajaran rutin. “Kami berharap semakin banyak mahasiswa
STIKes Maranatha Kupang yang berani mengikuti berbagai ajang dan kesempatan
untuk mengembangkan dirinya. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi
mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan membawa nama baik STIKes Maranatha
Kupang,” tandasnya.
Dari Edukasi Kesehatan Menuju Prestasi
Prestasi
Helena menjadi cerita kecil yang sekaligus memperlihatkan bagaimana pengetahuan
yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah dapat dikembangkan menjadi sebuah
karya yang bermanfaat.
Melalui poster
tentang imunisasi anak, Helena tidak hanya mengikuti sebuah kompetisi. Ia juga
belajar mengubah pengetahuan kesehatan menjadi pesan edukatif yang sederhana,
menarik, dan mudah dipahami masyarakat.
Bagi PROD3K
STIKes Maranatha Kupang, capaian ini diharapkan menjadi penyemangat bagi
mahasiswa lainnya untuk terus berani mencoba, berkarya, dan mengambil bagian
dalam berbagai kesempatan pengembangan diri.
Selamat kepada
Helena Putri Atasimon. Terus berkarya, terus belajar, dan terus membawa
semangat keperawatan melalui karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Bagikan informasi ini:

