Langkah dari Tanah Timor: Mimpi Kecil Menjadi Seorang Perawat

 Oleh: Adrianus A A Missa
Ilustrasi mahasiswa dari Noinbila Timor Tengah Selatan menuju cita-cita menjadi perawat

Hallo semua, perkenalkan, nama saya Adrianus A A Missa, biasa disapa Adrian. Di sini saya mau menceritakan tentang mengapa saya ingin menjadi seorang perawat.


Saya lahir dan tumbuh besar di sebuah desa yang penuh dengan kesederhanaan, yaitu Desa Noinbila, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Dalam kehidupan di desa tersebut, saya mengenal pentingnya kekeluargaan, kebersamaan, saling membantu, menghormati orang lain, dan kepedulian terhadap sesama.


Saya juga belajar dari kehidupan masyarakat di Desa Noinbila, Kabupaten Timor Tengah Selatan, bahwa ketika ada seseorang yang membutuhkan pertolongan, maka akan ada orang-orang di sekitarnya untuk menolong dan membantu orang tersebut. 


Dari situ saya memahami bahwa hidup bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat berguna bagi orang lain. Dari situ saya belajar bahwa kepedulian terhadap sesama bukan hanya sebuah kata, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.


Di Desa Noinbila, Kabupaten Timor Tengah Selatan, ada salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian, yaitu masalah stunting dan kekurangan gizi pada anak. Kondisi tersebut berkaitan dengan berbagai faktor, antara lain pengetahuan keluarga tentang gizi, pola asuh, dan lingkungan.


Dari masalah kesehatan yang ada di Desa Noinbila, saya melihat bahwa masalah tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, kesehatan, kondisi ekonomi keluarga, dan kualitas sumber daya manusia di Desa Noinbila.


Dari pengalaman tentang masalah kesehatan di Desa Noinbila tersebut, perlahan tumbuh keinginan dalam diri saya untuk bisa bekerja di bidang kesehatan. Saya melihat bahwa kesehatan sangat penting bagi masyarakat di Desa Noinbila, terutama mereka yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan. 


Ada juga yang menahan rasa sakit karena keterbatasan biaya, dan ada beberapa orang yang harus menempuh perjalanan yang cukup jauh agar bisa mendapatkan pelayanan medis.


Dari situ muncul satu mimpi besar dalam diri saya. Saya ingin menjadi seorang perawat karena dengan menjadi seorang perawat, kita bisa belajar tentang ilmu keperawatan yang dapat membantu orang lain, terutama kedua orang tua saya, keluarga saya, dan juga masyarakat di daerah saya sendiri, yaitu di Desa Noinbila, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT.


Bagi saya, menjadi seorang perawat bukan hanya tentang memiliki pekerjaan, tetapi tentang menjadi seseorang yang hadir di saat orang lain membutuhkan pertolongan. Menjadi seorang perawat juga merupakan anugerah terbesar dalam hidup saya.


Namun, saya sadar bahwa perjalanan menuju mimpi saya menjadi seorang perawat tidaklah mudah bagi saya karena saya berasal dari keluarga yang sederhana. Terutama, keterbatasan ekonomi adalah salah satu tantangan terbesar bagi saya. Saya sadar bahwa untuk melanjutkan pendidikan keperawatan, biayanya tidak sedikit. Ada rasa takut dan cemas, apakah saya mampu atau tidak untuk bisa meraih cita-cita tersebut.


Namun, dalam keterbatasan itu, saya selalu mengingat pesan, perjuangan, dan doa kedua orang tua maupun keluarga saya. Semua itu menjadi semangat dan motivasi besar bagi diri saya sendiri untuk bisa meraih cita-cita saya. Saya sadar bahwa pendidikan dapat membawa perubahan, bukan hanya untuk diri saya, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat di Desa Noinbila, Kabupaten Timor Tengah Selatan.


Mimpi saya menjadi seorang perawat bukan hanya sekadar cita-cita, tetapi panggilan hati untuk menebar kasih dan harapan. Semoga mimpi kecil ini bisa dimudahkan oleh Tuhan agar saya bisa menggapai cita-cita itu. Hingga suatu hari nanti, saya bisa memberikan pelayanan kesehatan terbaik, terutama bagi kedua orang tua saya, keluarga saya, orang-orang yang mendukung saya, dan juga masyarakat di Desa Noinbila, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.



Profil Adrianus A A Missa

Adrianus A A Missa

Penulis adalah mahasiswa aktif Semester I di Program Studi D3 Keperawatan STIKes Maranatha Kupang. Tulisan ini merupakan salah satu luaran tugas dari mata kuliah Bahasa Indonesia.