Kupang, 20 September 2026 — Program Studi D-III Keperawatan (PROD3K) STIKes Maranatha Kupang
mengirimkan dua tim dosen untuk mengikuti The 23rd International Conference
on Nursing and Health Sciences (ICNHS 23) yang berlangsung secara hybrid
pada 19–20 September 2026.
Keikutsertaan
tersebut berawal dari informasi dan arahan Lembaga Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat (LPPM) STIKes Maranatha Kupang setelah institusi mendapatkan
kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan ICNHS 23. Melalui surat LPPM, setiap
program studi diminta mengajukan dua orang presenter dengan naskah yang siap
dipresentasikan dan dipublikasikan. Naskah yang diajukan juga diarahkan pada
tema penelitian yang berkaitan dengan keunggulan institusi di bidang komunitas.
Menindaklanjuti
informasi tersebut, PROD3K menyiapkan dua tim dosen untuk mengikuti oral
presentation. Kedua tim membawa karya ilmiah yang sama-sama berangkat dari
konteks keperawatan komunitas, tetapi dengan fokus kajian yang berbeda.
Dua Makalah PROD3K
Tim pertama
membawa makalah berjudul “From Nursing Student Practice to Community Health
Evidence: A Community-Engaged Approach to Rural Health Assessment in
Indonesia.” Makalah tersebut dipresentasikan oleh Saverinus Suhardin,
S.Kep., Ns., M.Kep., bersama Awaliyah Muslimah Suwetty, S.Kep., Ns., M.Kep.,
Meldy Emry Hamdany Lede, S.Kom., M.Kes., Joli Riyana Nubatonis, S.Kep., Ns.,
M.Kep., dan Kurnia B. Yunita Pellondou, S.Kep., Ns., M.Kes.
Makalah ini
membahas bagaimana kegiatan Praktik Kerja Nyata Terintegrasi (PKNT) mahasiswa
keperawatan dapat menghasilkan informasi kesehatan yang relevan bagi
masyarakat. Kajian menggunakan data hasil asesmen kesehatan masyarakat yang
dikumpulkan selama kegiatan praktik di Desa Baumata Utara, Kabupaten Kupang.
Tim kedua
membawa makalah berjudul “Family Health and Living Conditions,
Health-Service Access, and Family-Identified Priorities: Evidence from Nursing
Student Field Practice in East Nusa Tenggara, Indonesia.” Makalah tersebut
dipresentasikan oleh Stefania Efenhilda Tefa, S.Kep., Ns., M.Kep., bersama
Yohana Teodosia Setu, S.Kep., Ns., M.Kep., Welmince Paulina Nggorong, S.Kep.,
Ns., M.Kep., Delice Vebrida Pobas, S.ST., M.KM., dan Camelia Bakker,
S.Si.-Teol., M.Si.
Makalah kedua
melihat kondisi kesehatan keluarga, kondisi tempat tinggal, akses pelayanan
kesehatan, dukungan keluarga, serta prioritas kesehatan yang diidentifikasi
oleh keluarga berdasarkan kegiatan praktik mahasiswa di komunitas.
Kedua makalah
tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran dan praktik mahasiswa di
komunitas tidak hanya menjadi bagian dari proses pendidikan, tetapi juga dapat
dikembangkan menjadi bahan kajian dan karya ilmiah dosen.
STIKes Maranatha Kupang sebagai Co-Host
ICNHS 23
diselenggarakan secara hybrid pada 19–20 September 2026 dengan tema “Advancing
Community Health and Well-Being Through Professional Engagement: Towards A
Productive and Mentally Healthy Society.”
Kegiatan
tersebut diselenggarakan oleh Global Health Science Group bersama STIKes
Advaita Medika Tabanan Bali, dengan STIKes Maranatha Kupang terlibat sebagai Co-Host.
Dokumen kerja sama kegiatan mencantumkan kesempatan bagi institusi Co-Host
untuk mengirimkan peserta oral presentation dan naskah untuk
dipublikasikan dalam Proceedings of the International Conference on Nursing
and Health Sciences Volume 7 No. 2 2026.
Rangkaian
kegiatan selama dua hari mencakup pembukaan, webinar, keynote session,
diskusi, dan oral presentation. Pada hari kedua, sesi oral
presentation dibagi ke dalam beberapa ruang Zoom sehingga presenter dari
berbagai institusi dapat menyampaikan hasil karya ilmiahnya sesuai jadwal yang
telah ditetapkan.
Tampil di Dua Ruang Oral Presentation
Pada sesi oral
presentation tanggal 20 September 2026, kedua presenter dari PROD3K tampil
di ruang yang berbeda. Saverinus Suhardin dijadwalkan tampil di Room 1 pada
pukul 10.00–10.15 WIB. Pada ruang yang sama juga terdapat beberapa dosen STIKes
Maranatha Kupang lainnya, yaitu Flavianus Riantiarno, S.Kep., Ns., M.Kep.,
Rishan Albahri, S.Kep., Ns., M.M., dan Theodehild M. Theresia Dee, S.Kep., Ns.,
M.Kep.
Sementara itu,
Stefania Efenhilda Tefa tampil di Room 2 pada pukul 10.30–10.45 WIB. Pada ruang
yang sama, STIKes Maranatha Kupang juga diwakili oleh Dr. Roslin E.M. Sormin,
S.ST., M.Kes. dari Program Studi D-III Kebidanan. Dengan pembagian tersebut,
dosen STIKes Maranatha Kupang mengikuti sesi oral presentation pada dua
ruang Zoom yang berbeda.
Tiga Dosen STIKes Maranatha Kupang Mendapat
Apresiasi
Setelah
seluruh rangkaian oral presentation selesai, kabar baik datang bagi
STIKes Maranatha Kupang. Tiga dosen dari tiga program studi memperoleh
apresiasi sebagai Best Oral Presenter. Mereka adalah Stefania Efenhilda
Tefa, S.Kep., Ns., M.Kep. dari Program Studi D-III Keperawatan, Rishan Albahri,
S.Kep., Ns., M.M. dari Program Studi S1 Keperawatan/Ners, dan Dr. Roslin E.M.
Sormin, S.ST., M.Kes. dari Program Studi D-III Kebidanan.
Bagi PROD3K,
capaian tersebut menjadi kabar baik karena salah satu dari tiga dosen yang
mendapat apresiasi adalah Stefania Efenhilda Tefa, yang mewakili PROD3K dalam oral
presentation di Room 2.
Informasi
mengenai capaian tersebut kemudian disampaikan oleh Ketua LPPM STIKes Maranatha
Kupang, Theodehild M. Theresia Dee, S.Kep., Ns., M.Kep., melalui grup
komunikasi dosen STIKes Maranatha Kupang setelah kegiatan selesai. Informasi
tersebut sekaligus menjadi kabar bagi sivitas akademika mengenai capaian dosen
STIKes Maranatha Kupang dalam ICNHS 23.
Ketua STIKes: Terus Semangat Membangun Budaya
Akademik
Menanggapi
informasi tersebut, Ketua STIKes Maranatha Kupang, Awaliyah Muslimah Suwetty,
menyampaikan apresiasi dan pesan kepada para dosen.
Ketua STIKes
menulis dalam pesannya di grup tersebut, “Kedepannya tetap semangat
Bapak/Ibu dosen... mari ciptakan budaya akademik yang baik di STIKes
Maranatha.”
Pesan tersebut
menjadi penyemangat bagi para dosen untuk terus mengikuti kegiatan ilmiah dan
mengembangkan karya akademik. Bagi PROD3K, keikutsertaan dalam ICNHS 23 juga
menjadi pengalaman yang dapat mendorong dosen untuk terus mengembangkan hasil
penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengalaman pembelajaran dan
praktik keperawatan di komunitas menjadi karya ilmiah.
Bagikan informasi ini:

