Langkah Kecil Menjadi Seorang Perawat

 Oleh: Fransiskus Xaverius Wolla

Ilustrasi mahasiswa D3 Keperawatan yang berjuang menjadi perawat

Hai, kenalin, nama saya Engki. Saya adalah seorang anak yang lahir dari keluarga yang sangat sederhana. Jujur, saya tidak pernah membayangkan bahwa saya bisa berkuliah di STIKes Maranatha Kupang. Keterbatasan ekonomi masih menjadi salah satu faktor kenapa saya tidak berkuliah di tahun-tahun sebelumnya. From high school, I was already on my own. Saya memang tidak dituntut untuk bekerja, tetapi setiap hari saya melihat orang tua saya bekerja keras untuk membiayai kuliah saya dan biaya sekolah adik saya.


Terkadang saya berpikir, apakah saya bisa membuat kedua orang tua saya bangga? Ada banyak malam ketika saya merasa lelah sekali. Kadang saya bertanya dalam hati, “Can I really do this? Am I strong enough?” Tetapi justru dari titik ini saya belajar bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti. Sampai akhirnya saya bisa berkuliah di tempat ini dan dari sinilah saya membangun mimpi itu untuk menjadi seorang perawat.


Yah, sekarang saya sedang menempuh pendidikan di STIKes Maranatha Kupang. Baru dua bulan saya berkuliah di tempat ini, tetapi saya sudah belajar banyak hal. Selain itu, berkuliah di tempat ini juga tidaklah mudah bagi saya karena membutuhkan biaya yang cukup besar. Tetapi saya yakin bahwa orang tua saya sanggup dan bisa membawa saya ke puncak kesuksesan. Saya juga yakin bahwa saya bisa melewati semua ini meskipun harus merangkak.


Sekarang tugas saya adalah harus berkuliah dengan baik agar dapat membuat orang tua dan keluarga saya bangga. Saya akan terus berusaha agar saya mendapatkan apa yang saya inginkan dan membuat orang tua saya bahagia, karena biaya yang orang tua saya keluarkan dapat memberikan hasil yang sangat memuaskan.


Selain itu, saya juga berjanji kepada diri saya bahwa saya akan menjadi seorang perawat yang dapat diandalkan di keluarga dan bagi banyak orang di sekitar saya. Menjadi seorang perawat juga sudah menjadi cita-cita saya sejak kecil, sehingga saya bertekad untuk menjadi seorang perawat yang profesional dan berkompeten dalam bidang kesehatan. Karena itu, saya sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk menempuh pendidikan di STIKes Maranatha Kupang.


Menurut saya, STIKes Maranatha Kupang adalah kampus terbaik untuk menempuh pendidikan dalam bidang kesehatan. Di STIKes Maranatha Kupang, kita bukan cuma dituntut untuk menjadi seorang perawat, tetapi juga belajar bagaimana cara merawat pasien yang berlandaskan kasih. Dari STIKes Maranatha Kupang juga saya belajar bahwa kekeluargaan itu benar-benar ada.


Meskipun kita berkuliah di kampus Kristiani, kita dapat mengikuti organisasi keagamaan yang kita percaya atau kita anut. Selain itu, kita juga tidak dituntut untuk mengikuti ajaran-ajaran yang bukan untuk kita, tetapi kita dapat memilih apa saja yang harus kita ikuti dan yakini.


Menjadi seorang perawat di STIKes Maranatha Kupang juga adalah hal yang mulia karena kita bukan cuma belajar tentang keperawatan, tetapi juga bagaimana kita belajar dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Saya juga sangat senang karena saya dapat berkuliah di kampus ini dengan teman-teman yang sangat baik terhadap saya.


Alasan kenapa saya ingin menjadi seorang perawat, dahulu sekali di tempat saya, saya sering melihat orang-orang terdekat saya jatuh sakit. Selain itu, menjadi perawat juga sudah menjadi wishlist saya sejak kecil. Perawat juga menjadi salah satu profesi yang sangat dibutuhkan di tempat saya.


Di balik itu, saya juga sering melihat nenek saya makan sirih pinang sehingga menyebabkan lidah nenek saya menjadi kebas. Selain lidah menjadi kebas, nenek saya juga sering sakit karena asam lambung. Menurut saya, kebiasaan mengonsumsi sirih pinang secara berlebihan mungkin ikut berpengaruh terhadap kondisi kesehatan nenek saya. Ada masa ketika nenek saya jatuh sakit hingga masuk rumah sakit dan harus menjalani perawatan selama berhari-hari karena masalah asam lambung.


Dari situ saya belajar bahwa menjadi seorang perawat dapat membantu orang-orang terdekat saya. Sehingga saya mulai membangun mimpi saya untuk menjadi seorang perawat agar dapat membantu nenek saya jika sakit.


Selain itu, menjadi seorang perawat juga tidak mudah karena memiliki risiko kerja yang tinggi. Menjadi seorang perawat juga harus menjadi garda terdepan karena di semua fasilitas kesehatan, perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang sangat penting dan paling sering berkontak langsung dengan pasien. Perawat juga yang merawat pasien secara langsung.


Tetapi di balik itu, menjadi perawat juga tidak seindah apa yang kita bayangkan karena banyak perawat yang jatuh sakit bahkan meninggal karena tertular penyakit dari pasien. Tetapi itu tidak dapat membuat saya patah semangat untuk menjadi seorang perawat karena saya sudah bertekad bahwa saya harus siap menjadi seorang perawat. Menjadi seorang perawat bukan cuma tentang membantu orang-orang terdekat, tetapi juga dapat membantu diri sendiri.


Keperawatan mempunyai prospek kerja yang luas. Selain itu, keperawatan juga masih sangat dibutuhkan karena seluruh daerah sangat membutuhkan tenaga kesehatan, terlebih khususnya perawat. Perawat sangat dibutuhkan karena dalam rumpun ilmu kesehatan, perawat menjadi salah satu tenaga kesehatan yang sangat penting dan dibutuhkan, baik di lingkungan masyarakat, puskesmas, maupun rumah sakit.


Dari sini saya tahu bahwa ilmu keperawatan memiliki prospek kerja yang luas dan sangat dibutuhkan. Selain itu, keperawatan juga memiliki peluang yang besar untuk bekerja ke luar negeri. Karena itu, saya bermimpi untuk menjadi salah satu perawat yang dapat bekerja di luar negeri.


Bekerja di luar negeri juga menurut saya sangat bagus. Selain memiliki gaji yang besar, bekerja di luar negeri juga membuat seseorang mendapatkan pengalaman yang sangat indah. Tidak hanya mengobati pasien, tetapi kita juga dapat belajar tentang budaya serta bahasa asing yang belum kita ketahui.


Sehingga saya bermimpi untuk menjadi seorang perawat yang profesional dan berkompeten. Terima kasih.

 

Profil Fransiskus Xaverius Wolla

Fransiskus Xaverius Wolla

Penulis adalah mahasiswa aktif Semester I di Program Studi D3 Keperawatan STIKes Maranatha Kupang. Tulisan ini merupakan salah satu luaran tugas dari mata kuliah Bahasa Indonesia.